Sistem Informasi Pariwisata
Oleh: Muh Amri
Sistem informasi pariwisata merupakan kumpulan subsistem yang membentuk sebuah sistem terintegrasi yang didukung oleh sistem komputerisasi serta manajamen data pariwisata untuk memberikan pelayanan dalam bidang pariwisata seperti profil objek wisata, lokasi objek wisata, fasilitas, pelayanan, biaya perjalanan wisata, sistem pemesanan, review, dan lainnya yang berkaitan dengan informasi pariwisata di suatu daerah.
Penyajian sistem informasi pariwisata ini bisa berupa website yang telah di desain sedemikian rupa yang mampu menarik minat wisatawan. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat website sistem informasi pariwisata adalah:
Penyajian sistem informasi pariwisata ini bisa berupa website yang telah di desain sedemikian rupa yang mampu menarik minat wisatawan. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat website sistem informasi pariwisata adalah:
1. Exploration (Eksplorasi)
DMO atau organisasi pengelola akan mengembangkan website sebanyak 1-2 halaman berisi jawaban singkat tentang seberapa penting sebuah website informasi pariwisata. Hal ini bisa berupa apa yang bisa dilihat dan dirasakan dengan adanya sebuah website tersebut. Elemen-elemen apa yang seharusnya ditambahkan dan berapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk mendukung website tersebut.
2. Structural Layout (Tata Letak)
Staf DMO akan bekerjasama dengan desainer profesional untuk membuat struktur arsitektural website informasi pariwisata. Terutama mereka harus menambahkan beberapa rangka struktural yang menjelaskan tentang tata letak posisi demografis sebuah daya tarik wisata, navigasi dan demonstrasi pengalaman wisatawan.
3. Design (Desain)
Setelah rangka gambar disetujui, desainer dapat langsung membuat desain page website, termasuk grafik, warna, font, dan spasi.
4. Content (Konten)
Setelah membuat desain website, hal yang perlu dilakukan adalah membuat konten atau isi website seperti: gambar, video atau audio yang berkaitan dengan informasi daya tarik wisata yang dimaksud.
Setelah membuat desain website, hal yang perlu dilakukan adalah membuat konten atau isi website seperti: gambar, video atau audio yang berkaitan dengan informasi daya tarik wisata yang dimaksud.
5. Implementation (Implementasi)
Desain dan konten yang sudah dirancang dimasukkan didalam website tetapi website tersebut belum dapat di akses oleh pengguna internet.
6. Testing (Pengujian)
Seluruh manfaat dan fungsi website serta feedback yang didapat akan dikembalikan kepada pengembang.
Seluruh manfaat dan fungsi website serta feedback yang didapat akan dikembalikan kepada pengembang.
7. Launch
Website informasi pariwisata yang telah dirancang sedemikian rupa mulai untuk dapat diakses oleh pengguna internet.
Website informasi pariwisata yang telah dirancang sedemikian rupa mulai untuk dapat diakses oleh pengguna internet.
8. Maintenance
Para pekerja, baik staf DMO, desainer dan seluruh staf yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan website akan terus berupaya untuk mengembangkan dan memperbaiki konten website informasi pariwisata
Para pekerja, baik staf DMO, desainer dan seluruh staf yang terlibat dalam pembuatan dan pengembangan website akan terus berupaya untuk mengembangkan dan memperbaiki konten website informasi pariwisata
Kedelapan hal diatas sangat penting untuk menciptakan website informasi pariwisata yang baik dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan informasi wisatawan.
Website yang baik tidak hanya menyediakan sebatas informasi saja, tetapi juga menjual pengalaman wisatawan yang mampu membuat calon wisatawan merasa penasaran dan tertarik untuk datang berkunjung.
Website yang baik tidak hanya menyediakan sebatas informasi saja, tetapi juga menjual pengalaman wisatawan yang mampu membuat calon wisatawan merasa penasaran dan tertarik untuk datang berkunjung.
Dengan demikian, website informasi pariwisata yang dibuat harus menjadi komponen integral penting dari strategi pemasaran suatu destinasi wisata. Karena website informasi pariwisata dibuat untuk menjadi pintu gerbang utama informasi pariwisata di suatu destinasi karena yang paling penting adalah sebelum wisatawan melakukan kegiatan wisata, umumnya akan mencari informasi yang detail mengenai daerah tujuan wisata yang akan ditujunya.
Selain kebutuhan wisatawan akan informasi yang lengkap, akurat dan mudah didapat, maka pihak lain yang juga membutuhkan data dan informasi tersebut adalah pihak pengelola industri pariwisata dan pemerintah sebagai pihak pengambil keputusan dan penentu kebijakan dibidang pariwisata. Namun penekanan kebutuhan data dan informasi bagi masing-masing pihak berbeda. Jika bagi wisatawan adalah untuk memudahkan mereka menentukan rencana perjalanan wisatanya sementara bagi industri pariwisata dan pemerintah adanya sistem informasi yang baik sangat membantu mereka untuk tujuan pengambilan keputusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar