Kemitraan, Kolaborasi dan Leadership
Oleh : Muh Amri
Kemitraan merupakan bentuk kerjasama dengan mendasarkan pada nilai gotong royong yang merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia. Kemitraan dalam hal ini menitikberatkan pada peran aktor atau mitra yang berkontribusi pada pencapaian sebuah program dengan dukungan semua pihak. Secara lebih lanjut, pencapaian keberhasilan sebuah program ini tidak bisa dilakukan oleh aktor tunggal, tetapi merupakan kolaborasi bersama antar aktor. Membangun kemitraan yang baik harus memperhatikan pondasi serta pilar yang ideal. Pondasi serta pilar dalam kemitraan inilah yang nantinya akan mengawal program kemitraan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang berorientasikan pada kemajuan bersama para aktor yang terlibat. Bangunan akan pondasi serta pilar kemitraan divisualisasikan berdasarkan pada studi kasus best practice kemitraan di bidang bisnis, sosial dan pemerintahan. Pada kesimpulannya, pondasi kemitraan mengarahkan pada penguatan akan analisis kebutuhan dan perencanaan, manajemen dalam kemitraan serta evaluasi dalam kemitraan. Pondasi akan kemitraan ini pada dasarnya menjadi pijakan untuk bisa menegakkan pilar-pilar kemitraan yang terdiri dari values kemitraan yang menekankan pada objective, motivation, benefit, leadership, commitment, integrity, suistainability dan equity.
Tentunya dalam sebuah kerjasama diperlukan sifat dan sikap kepemimpinan atau leadership. Leadership dalam organisasi adalah bagaimana kita menerapkan visi dan misi perusahaan yang telah disepakati bersama dan memastikan bahwa suatu organisasi memiliki program-program berkualitas serta memiliki masa depan bagi seluruh mitra yang terlibat. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang diinginkan, tentu diperlukan beberapa sifat kepemimpinan. Beberapa sifat yang diperlukan adalah:
1. Visionary (Memiliki Tujuan)
2. Coach (Memiliki Pengalaman sehingga mampu melatih)
3. Champion (Memiliki keinginan dan cara untuk menjadi pemenang)
4. Scholar Teacher (Pandai)
5. Promotor (Memiliki keahlian untuk mempromosikan)
6. Visitor Servant
7. Quality Controller (memastikan untuk memiliki program-program yang berkualitas)
8. Steward
Sebuah kemitraan yang telah sepakat untuk bekerjasama tidak akan mampu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama apabila tidak memiliki sikap kepemimpinan yang telah disebutkan diatas. Dalam hal ini pula, jika dikaitkan dengan destinasi pariwisata, leader memiliki pengaruh yang besar untuk dapat mempengaruhi pengembangan suatu destinasi kearah yang lebih baik dan mensejahterakan seluruh stakeholder terkait. Contohnya, Sebagai salah satu sektor pengembang Pariwisata di Indonesia, Kemenpar atau Kementerian Pariwisata Indonesia tidak akan mampu berdiri sendiri dan mencapai tujuan kepariwisataan yang diinginkan sendirian. Meskipun salah satu sektor besar, Kemenpar membutuhkan kerjasama dengan beberapa stakeholder untuk mengembangkan dan mempromosikan pariwisata.
Dalam hal ini ada beberapa yang dapat diperhatikan:
1. Instansi-instansi lain (Dinas-Dinas lain untuk membantu dalam hal penguatan infrastruktur, sarana dan prasarana).
2. Tour Operator (membantu mempromosikan dan mengajak wisatawan berkunjung ke daya tarik wisata dengan membuatkan paket-paket wisata).
3. Sekolah-sekolah pariwisata (dalam hal ini, akan sangat baik bila generasi penerus di pariwisata diberi bekal dan pengetahuan tentang pariwisata sejak dini hingga nantinya generasi penerus atau alumni-alumni pariwisata inilah yang akan melanjutkan pekerjaan di kemenpar untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan lebih dan lebih terkait sektor pariwisata di Indonesia).Cara bekerjasamanya bisa dalam bentuk penerimaan mahasiswa magang, honorer dan lain sebagainya.
4. Masyarakat. Tentu pariwisata tidak akan berkembang tanpa bantuan dan campur tangan masyarakat didalamnya. Contohnya: pembangunan pariwisata di daerah tertentu dengan masyarakat sebagai sumber daya manusianya.
Sebagai seorang pemimpin pariwisata di Indonesia, Bpk. Arief Yahya harus mampu merangkul keseluruhan stakeholder terkait dan bertindak sebagai seorang pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan. ( Liliyana Wulan, 2019)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar